30
November …
By.miyuki
fitchi
Beberapa hari yang lalu aku dan keluargaku baru saja pindah
rumah dari daerah perkotan yang ramai dan dipenuhi hiruk pikuk kendaraaan
bermotor yang lalu lalang setiap hari, membuat semua hari-hariku terasa penat
dan sumpek kesebuah desa yang lumayan asri meski tidak terlalu terpencil tapi
diatasnya terdapat pegunungan yang indah menjulang diatas, dibawahnya terdapat
tebing-tebing terjal yang dibatasi besi penghalang dan seandainya kamu jatuh
mungkin kamu akan mati dengan tubuh yang tidak utuh lagi, hooom so scary,
perjalanan yang jauh dari rumah lama tidak terasa karena pemandangan yang
terlihat disepanjang perjalanan telah mengalihkan perhatianku sepenuhnya.
Hari pertama dirumah baru adalah
beres-beres barang-barang bawaan, rumannya sangat bagus terdapat 2 lantai
dengan taman yan g saaangat luas mungkin akan sangat menyenangkan ditaman itu
terdapat pohon apel yang kelihatannya sudah tua dan sudah tak berbuah lagi
daun-daunnya juga sudah rontok dan terlihat seperti pohon tua yang siap ditebang. Aku memutuskan untuk menempati ruangan kamar
dilantai 2 kamar yang luas dan terdapat jendela yang bisa langsung melihat kearah
pegunungan, dilantai 2 ini terdapat 4
ruangan, ruang keluarga, gudang yang nantinya akan dialih fungsikan mnjadi
ruang kerja ayah, dan sebuah ruangan yang terkunci rapat dengan gembok aku
tidak tahu kenapa, tapi kedua orangtuaku berkata kalau pemilik yang sebelumnya
berkata ruangan ini tidak boleh dibuka samasekali, tak ada penjelasan yang
logis. Sedangkan dilantai 1 terdapat 5 ruangan 3 buah kamar, dapur dan ruang
tamu. Rumah ini terlihat memisah dari rumah-rumah warga lainnya, semuanya
terasa sangat baik dihari pertama.
Malam telah tiba, sudah tak ada lagi
kegiatan karena waktu sudah menunjukan pukul 00.00 tengah malam tapi aku masih
belum bisa memejamkan mata aku terbaring diatas kasur dengan selimut yang
menutupi seluruh badan, tiba-tiba “
crek.. crek.. crek… ” suara yang terdengar keras ditelingaku aku sedikit
terperanjat “ suara apa itu?”tanyaku dengan suara pelan seperti suara air yang
terpercik, oh ya ampun aku begitu ketakutan ketika suara tersebut semakin lama
semakin terdengar jelas “bagaimana ini…?”aku ketakutan, aku harus segera tidur mungkin ini hanya halusinasiku saja,
pikirku mencoba tegar, tapi rasa penasaran yang menyelubungiku mendorongku
untuk melihat kearah suara itu, perlahan kakiku pun berjalan menuju pintu
dengan sedikit keraguan akan apa yang akan aku lihat nanti aku mencoba membuka
pintu kamarku dengan perlahan, “aahhh genangan air?”aku kebingungan kenapa di
depan pintu kamarku terdapat genangan air, padahal hari ini tidak hujan
samasekali. semakin lama semakin membuat aku
takut, dengan sedikit berlari aku masuk kembali kedalam kamar dan segera
menutup seluruh tubuhku dengan selimut.
Aku terbangun dipagi yang
indah dengan suara kicauan burung yang menyegarkan telinga, hal yang tidak
pernah ku alami ketika tinggal dikota hal yang pertama aku dengar dipagi hari
adalah suara lalulalang kendaraan bermotor bersama polusi udaranya. Capung-capung
juga terlihat berterbangan dilangit
ditemani kupu-kupu cantik yang sesekali hinggap diatas bunga,,, hmmm cantiknya.
“ yuri… ayo bangun sudah siang ni…. Mau bangun jam berapa kamu nanti terlambat
masuk kuliah ..” teriakan ibuku terdenagr melengking dari balik pintu kamar sambil
mngetuk-ngetuk pintu pula “ iya ma,,,
aku sudah bangun kok..” jawabku dengan sedikit berteriak. Kejadian semalam
tidak aku ceritakan pada siapapun, mungkin juga semalam itu aku Cuma bermimpi
karena genangan air yang semalam ku lihat
juga tak ada bekasnya samasekali. setelah sarapan kami pun bersiap-siap
untuk melakukan kegiatan kami masing-masing, aku masih kuliah ditempat kuliah
ku dulu meski sekarang aku harus menghabiskan waktu diperjalanan selama 2 jam
untuk bisa sampai kampus. Kadang aku bisa seharian berada dikampus, dari pagi
sampai sore apalagi kalau sedang musim ujian seperti ini yang membuat otak
serasa dikuras oleh mata-mata kuliah ini, bahkan file yang mengisi penuh
flashdisk 4 giga byte ini harus di pelajari dalam waktu sesingkat-singkatnya
dan otakku seolah berkata “Oh my gosh!! Are you tried to kill my brain wid
this,,,”
Waktu sudah menunjukan
pukul 19.00 dan aku baru saja bersiap-siap untuk menuju kerumah dalam
perjalanan 2 jam mengendarai sepeda motor dan sendirian.sesampainya dirumah
waktu sudah menunjukan pukul 21.00 aku bahkan terlambat makan malam dan mungkin
keluargaku sudah pada tidur, dengan perlahan aku berjalan menaiki tangga agar
tak membangunkan yang lainnya aku hanya perlu tidur untuk mengistirahatkan otakku ini setelah
seharian belajar, dan setidaknya aku harus mandi sebelum mulai merebahkan
tubuhku diatas kasur yang empuk dengan selimut hangatnya yang sempurna “aneh..
ada seseorang dikamar mandiku, seseorang dibalik tirai itu, siapa?” pikirku,
dengan sedikit keberanian aku mencoba membuka tirai mandi itu perlahan-lahan,
betapa terkejutnya aku ketika mendapati bath tub ku berwarna hitam seperti
bekas terbakar, dan bau busuk diantara sela-sela kamar mandi menusuk hidung
membuatku ingin muntah, aku segera berlari keluar kamar untuk segera
menenangkan diri “apa aku
berhalusinasi?” tanyaku dalam hati, aku kembali kekamar mandi untuk memastikan
hal tadi masih ada dan untuk meyakinkan diriku untuk memanggil kedua orangtuaku
untuk melihat ini, namun saat aku kembali melihat bath tub ku rapi dan tidak
bernoda samasekali bahkan bau busuk tadi sudah lenyap dalam penciuman, “ya
tuhan,, aku benar-benar berhalusinasi” aku tidak akan membuat keributan
ditengah malam dengan membangunkan orangtuaku demi sesuatu yang tak ada,
mungkin aku akan disangka mengidap skizophernia atau semacamnya, setelah
selesai membersihkan tubuh setidaknya sedikit cemilan dimalam hari juga tidak
ada buruknya “sedikit menguras makanan dikulkas juga ga apa-apakan”
perlahan-lahan berjalan menuruni tangga membuka pintu kulkas dan mngambil
beberapa cemilan, aku pun beranjak masuk kekamar mengunci pintu dan menyalakan
musik favorite ku yang terbaru, Oh yah,, aku baru ingat kalau beberapa hari
yang lalu aku baru saja membeli sebuah dvd horror baru yang berjudul “the
system to kill someone” bahkan aku tidak sempat menontonnya dan mungkin aku
bisa bergadang malam ini, kebetulan juga besok tidak ada kelas dan aku bisa
tidur seharian dikamar “ good idea yuri, you are genius”, aku pun mulai
menyalakan computer dan mulai menonton film horror ini, ketegangan di awal film
memang membuat sport jantung dan setidaknya aku harus menyiapkan bantal ditangan
dan menutup mataku kalau-kalau hantunya sudah mulai muncul lagi, “tik tak tik
tak…” suara jam dingding yang terus berputar seiring dengan film yang sudah
hampir selesai ketegangan demi ketengan sudah dilewati dan waktu sudah menunjukan
pukul 00.30 tengah malam dan rasanya sekarang tenggorokanku kering dan butuh
setidaknya 1 galon air untuk menyegarkannya. Dengan sedikit ragu atau mungkin
bisa disebut takut aku mencoba untuk menuju lantai 1 dan mengambil segelas air
dingin, tapi aku merasa sangat kaget ketika aku melihat pintu ruang kerja ayah
terbuka dan ada seseorang disana, seorang wanita berambut panjang pirang yang
mengenakan gaun merah tengah duduk di meja itu sambil menulis sesuatu diatas
sebuah buku, dengan perlahan-lahan aku menghampiri sosok tersebut wanita
tersebut mulai menyadari kedatanganku dan perlahan ia menengok kearah ku,
jantungku mulai berdetak denagn teramat kencang bahkan kakiku tak dapat
berbalik untuk menghindari tatapan wanita itu terhadapku, dengan wajah sayu
wanita itu memandangiku aku hanya dapat kaku bahkan suaraku seakan hilang
ditelan malam, raut wajah sayu wanita itu berubah sedih dan matanya mulai
mengeluarkan airmata seakan ingin memberitahukan sesuatu beberapa saat dia pun
menghilang.
Keesokan harinya aku
terbangun tengah tertidur diruang kerja ayah dan sebuah buku disampingku yang
bertuliskan “Merry ann Diaries”, betapa terkejutnya aku. Kenyataan logisnya tak
bisa diungkapkan biarpun aku berkata semalam aku hanya bermimpi dan tidur
sambil jalan menuju tempat kerja ayah tapi bagaimana hal-hal logis ini menjelaskan
buku yang jelas-jelas ada dihadapanku ini? Dan apa yang harus aku lakukan dengan
buku ini, ,jelas sekali ini mistis. Sebelum sempat membaca isi dari buku harian
ini suara dering telpon berbunyi dengan keras.
Beberapa hari berlalu
semenjak kejadian itu aku masih tidak berani membuka buku harian misterius ini,
dengan sedikit keraguan aku mulai menceritakan kejadian yang menimpaku kepada
yuda teman sekelasku, “hah,,, kamu serius ri??” ucap yuda sedikit meragu “yah,,
dan aku masih manyimpan bukunya di kamarku” ucapku dengan pelan “jangan-jangan
rumah baru kamu ada setannya ri… iiihh ngeri deh” ucapnya sambil tersenyum
“udah kamu jangan menggoda dh,,, “ aku beranjak pergi “tunggu yuri, aku
penasaran sama buku yang kamu ceritain, aku boleh ga ikut baca” teriaknya
menyusul jalanku. Sedikit ragu untuk mengajak yuda kerumah karena hari ini
orangtuaku sedang pergi keluar kota mungkin nanti malam baru pulang dalam
artian aku mungkin bakalan berdua saja dengan dia, sesampainya dirumah ”
sebenarnya dulu aku juga pernah mengalami hal mistis dikampus, kamu tahu toilet
cewe di lantai 3 gedung M, aku pernah lihat ada cewe pake baju putih melayang
layang gitu… iiihh serem….“ ucapnya mencoba menakuti, aku hanya menghela nafas
panjang. Dengan keberanian yang aku punya bersama temanku ini kami pun membaca
buku harian yang aku temukan beberapa hari yang lalu, pada lembar pertama
“November 4th 1953, marry ann ‘aku berpikir untuk membunuh diriku
sendiri dengan sebuah bolpoint yang aku gunakan untuk menulis ditanganku saat
ini, menusukkannya tepat keleherku ini tapi aku terlalu takut untuk merasa
sakit, ayah kenapa kau melakukan ini padaku’” (setelah diterjemahkan kedalam
bahasa indonesia). Bulu kudukku mulai merinding, dan beberapa saat sepertinya
aku dapat merasakan tulisan ini, marry ann siapa kau sebenarnya? Dilembar kedua
buku harian marry ann, hanya tertulis “I desepear” beberapa saat kami terdiam
dan ragu untuk membaca lembar selanjutnya, “apa kau masih mau melanjutkannya
yuri?” tanya yuda dengan muka yang
sedikit emmm takut aku rasa, “kau mau cemilan yud?” sambil menutup buku, “eh,,
tentu kalau boleh…” jawabnya. 1 jam kemudian kedua orang tuaku pulang setelah
Yuda sudah beranjak pulang setengah jam yang lalu, “ri, tadi diperjalanan
pulang kami melihat kecelakaan tunggal, pengendara motor meninggal ditempat
sepertinya anak itu seumuran kamu yuri, sangat kasihan… masih muda harus
meninggal dengan keadaan seperti itu… “ ucap ibu “makanya yuri, kamu harus
berhati-hati jika sedang mengendarai motor” tegas ayah.
Keesokan harinya, aku
mendapati berita duka bahwa Yuda sudah meninggal dalam kecelakaan lalulintas
kemarin malam, seorang saksi mata mengatakan pada media bahwa korban
mengendarai motor bersama seorang gadis, dan tiba-tiba motornya oleng kesebelah
kiri dan menabrak sebuah pohon didepannya, dan anehnya jasad wanita yang
dibonceng korban tidak ditemukan dimanapun. Betapa terkejutnya aku mendengar hal
itu, sangat aneh… merry ann kaukah yang membunuh temanku Yuda? Tanda tanya ini
mungkin takan ada jawabannya, tapi aku sangat prihatin terhadap apa yang
menimpa Yuda. “Yuda semoga kamu diterima
disisiNya… dan amal ibadahmu dapat diterima. Amin…” penghormatan terakhir untuk
nya menguras kesedihan yang mendalam bagi keluarga, sahabat dan terutama aku,
kami sudah bersama sejak sekolah menengah pertama hingga diuniversitas, aku
sangat kehilangan sosok sahabat sejati seperti mu Yuda.
Merry ann diaries telah aku
simpan dalam laci kamar yang terkunci rapat, aku hanya ingin mencoba mencari
tahu siapa dia, dan apa yang terjadi padanya buku harian yang dia berikan
padaku seolah berkata “Tolong….”, aku bertanya kepada ayah siapa pemilik rumah
ini sebelumnya adalah seorang keluarga keturunan china, beberapa hari yang lalu
ibuku menemukan kejadian aneh, ia mendengar suara teriakan orang kesakitan
didalam kamar lantai 2 yang terkunci itu, ibu baru mau menceritakannya setelah
beberapa hari karena masih merasa ketakutan, bahkan keluarga yang tinggal
disini sebelum kami pun sering mengalami kejadian mistis serupa, namun tak ada
yang berani membuka pintu tersebut, apa yang ada dibalik pintu misterius itu.
Pada akhirnya aku menemukan
arsip surat kabar beberapa puluh tahun yang lalu sebuah surat kabar yang
mengulas tentang rumah yang aku tempati saat ini, 1953 rumah ini dulunya adalah
kediaman pejabat belanda, Springfield Family, namun November 30th
1953 Springfield Family ditemukan telah meninggal dalam keadaaan yang
mengenaskan, dimana mr.springfield ditemukan mati dalam keadaan kepala pecah terkena
senapan angin miliknya sendiri, diduga ia menebak dirinya sendiri,
mis.springfield ditemukan mati terbakar dibath tub kamar mandi dan Merry ann
putri springfield menghilang dan jasadnya tidak dapat ditemukan. 10 tahun
kemudian rumah ini dialih fungsikan menjadi rumah sakit bagi orang-orang yang
menderita penyakit menular, pada saat itu wabah penyakit kulit kolera telah
menyebar dan membunuh setidaknya 1043 orang dalam sebulan terakhir, bisa dibilang
rumah ini menjadi tempat karantina bagi mereka, November 30th 1963 pembunuhan
masal pun dilakukan oleh pemerintahan pada jaman itu, tujuannya agar semua orang yang
terjangkit musnah dan wabah segera berakhir, mayat-mayat mereka kemudian
diterjunkan kedalam jurang tak bertepi 2km didekat rumah sakit tersebut, pada
akhirnya rumah sakit tersebut dibiarkan terbengkalai selama beberapa tahun, 1999
rumah sakit tersebut dirubuhkan dan dibangun kembali sebuah villa keluarga, dan
akhirnya mayat merry ann ditemukan sudah menjadi tulang belulang didalam sebuah
lemari diruang bawah tanah dengan sebuah buku harian ditangannya. November 30th
2000 pemilik villa kembali ditemukan meninggal dalam perapiannya, tak ditemukan
tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, kemungkinan dia mengalami serangan
jantung. Dan aku juga baru mengetahui kalau pemilik rumah ini sebelum kami
mengalami kecelakaan pesawat pada November 30th 2009,aku menyadari
bahwa setiap kejadian tragis ini selalu terjadi pada tanggal 30 November.
Apakah rumah ini mengalami kutukan atau semacamnya,oh tidak… ini bukan ide
bagus untuk tetap berada ditempat mengerikan ini.
~To Be Continued~
Cerita, karakter
dan tempat hanya piksi belaka, jika trdapat kesamaan mungkin hanya kebetulan
semata. :)
keep posting ya...
BalasHapusmeski menakutkan tp lumayan seru... :)