Jumat, 28 Desember 2012

30 November...


30 November …
By.miyuki fitchi




Beberapa hari yang lalu aku dan keluargaku baru saja pindah rumah dari daerah perkotan yang ramai dan dipenuhi hiruk pikuk kendaraaan bermotor yang lalu lalang setiap hari, membuat semua hari-hariku terasa penat dan sumpek kesebuah desa yang lumayan asri meski tidak terlalu terpencil tapi diatasnya terdapat pegunungan yang indah menjulang diatas, dibawahnya terdapat tebing-tebing terjal yang dibatasi besi penghalang dan seandainya kamu jatuh mungkin kamu akan mati dengan tubuh yang tidak utuh lagi, hooom so scary, perjalanan yang jauh dari rumah lama tidak terasa karena pemandangan yang terlihat disepanjang perjalanan telah mengalihkan perhatianku sepenuhnya.
          Hari pertama dirumah baru adalah beres-beres barang-barang bawaan, rumannya sangat bagus terdapat 2 lantai dengan taman yan g saaangat luas mungkin akan sangat menyenangkan ditaman itu terdapat pohon apel yang kelihatannya sudah tua dan sudah tak berbuah lagi daun-daunnya juga sudah rontok dan terlihat seperti pohon tua yang siap ditebang.  Aku memutuskan untuk menempati ruangan kamar dilantai 2 kamar yang luas dan terdapat  jendela yang bisa langsung melihat kearah pegunungan, dilantai  2 ini terdapat 4 ruangan, ruang keluarga, gudang yang nantinya akan dialih fungsikan mnjadi ruang kerja ayah, dan sebuah ruangan yang terkunci rapat dengan gembok aku tidak tahu kenapa, tapi kedua orangtuaku berkata kalau pemilik yang sebelumnya berkata ruangan ini tidak boleh dibuka samasekali, tak ada penjelasan yang logis. Sedangkan dilantai 1 terdapat 5 ruangan 3 buah kamar, dapur dan ruang tamu. Rumah ini terlihat memisah dari rumah-rumah warga lainnya, semuanya terasa sangat baik dihari pertama.
          Malam telah tiba, sudah tak ada lagi kegiatan karena waktu sudah menunjukan pukul 00.00 tengah malam tapi aku masih belum bisa memejamkan mata aku terbaring diatas kasur dengan selimut yang menutupi seluruh badan, tiba-tiba  “ crek.. crek.. crek… ” suara yang terdengar keras ditelingaku aku sedikit terperanjat “ suara apa itu?”tanyaku dengan suara pelan seperti suara air yang terpercik, oh ya ampun aku begitu ketakutan ketika suara tersebut semakin lama semakin terdengar jelas “bagaimana ini…?”aku ketakutan, aku harus segera  tidur mungkin ini hanya halusinasiku saja, pikirku mencoba tegar, tapi rasa penasaran yang menyelubungiku mendorongku untuk melihat kearah suara itu, perlahan kakiku pun berjalan menuju pintu dengan sedikit keraguan akan apa yang akan aku lihat nanti aku mencoba membuka pintu kamarku dengan perlahan, “aahhh genangan air?”aku kebingungan kenapa di depan pintu kamarku terdapat genangan air, padahal hari ini tidak hujan samasekali. semakin lama semakin membuat aku takut, dengan sedikit berlari aku masuk kembali kedalam kamar dan segera menutup seluruh tubuhku dengan selimut.
          Aku terbangun dipagi yang indah dengan suara kicauan burung yang menyegarkan telinga, hal yang tidak pernah ku alami ketika tinggal dikota hal yang pertama aku dengar dipagi hari adalah suara lalulalang kendaraan bermotor bersama polusi udaranya. Capung-capung  juga terlihat berterbangan dilangit ditemani kupu-kupu cantik yang sesekali hinggap diatas bunga,,, hmmm cantiknya. “ yuri… ayo bangun sudah siang ni…. Mau bangun jam berapa kamu nanti terlambat masuk kuliah ..” teriakan ibuku terdenagr melengking dari balik pintu kamar sambil mngetuk-ngetuk pintu pula “ iya  ma,,, aku sudah bangun kok..” jawabku dengan sedikit berteriak. Kejadian semalam tidak aku ceritakan pada siapapun, mungkin juga semalam itu aku Cuma bermimpi karena genangan air yang semalam ku lihat  juga tak ada bekasnya samasekali. setelah sarapan kami pun bersiap-siap untuk melakukan kegiatan kami masing-masing, aku masih kuliah ditempat kuliah ku dulu meski sekarang aku harus menghabiskan waktu diperjalanan selama 2 jam untuk bisa sampai kampus. Kadang aku bisa seharian berada dikampus, dari pagi sampai sore apalagi kalau sedang musim ujian seperti ini yang membuat otak serasa dikuras oleh mata-mata kuliah ini, bahkan file yang mengisi penuh flashdisk 4 giga byte ini harus di pelajari dalam waktu sesingkat-singkatnya dan otakku seolah berkata “Oh my gosh!! Are you tried to kill my brain wid this,,,”
          Waktu sudah menunjukan pukul 19.00 dan aku baru saja bersiap-siap untuk menuju kerumah dalam perjalanan 2 jam mengendarai sepeda motor dan sendirian.sesampainya dirumah waktu sudah menunjukan pukul 21.00 aku bahkan terlambat makan malam dan mungkin keluargaku sudah pada tidur, dengan perlahan aku berjalan menaiki tangga agar tak membangunkan yang lainnya aku hanya perlu tidur  untuk mengistirahatkan otakku ini setelah seharian belajar, dan setidaknya aku harus mandi sebelum mulai merebahkan tubuhku diatas kasur yang empuk dengan selimut hangatnya yang sempurna “aneh.. ada seseorang dikamar mandiku, seseorang dibalik tirai itu, siapa?” pikirku, dengan sedikit keberanian aku mencoba membuka tirai mandi itu perlahan-lahan, betapa terkejutnya aku ketika mendapati bath tub ku berwarna hitam seperti bekas terbakar, dan bau busuk diantara sela-sela kamar mandi menusuk hidung membuatku ingin muntah, aku segera berlari keluar kamar untuk segera menenangkan diri “apa  aku berhalusinasi?” tanyaku dalam hati, aku kembali kekamar mandi untuk memastikan hal tadi masih ada dan untuk meyakinkan diriku untuk memanggil kedua orangtuaku untuk melihat ini, namun saat aku kembali melihat bath tub ku rapi dan tidak bernoda samasekali bahkan bau busuk tadi sudah lenyap dalam penciuman, “ya tuhan,, aku benar-benar berhalusinasi” aku tidak akan membuat keributan ditengah malam dengan membangunkan orangtuaku demi sesuatu yang tak ada, mungkin aku akan disangka mengidap skizophernia atau semacamnya, setelah selesai membersihkan tubuh setidaknya sedikit cemilan dimalam hari juga tidak ada buruknya “sedikit menguras makanan dikulkas juga ga apa-apakan” perlahan-lahan berjalan menuruni tangga membuka pintu kulkas dan mngambil beberapa cemilan, aku pun beranjak masuk kekamar mengunci pintu dan menyalakan musik favorite ku yang terbaru, Oh yah,, aku baru ingat kalau beberapa hari yang lalu aku baru saja membeli sebuah dvd horror baru yang berjudul “the system to kill someone” bahkan aku tidak sempat menontonnya dan mungkin aku bisa bergadang malam ini, kebetulan juga besok tidak ada kelas dan aku bisa tidur seharian dikamar “ good idea yuri, you are genius”, aku pun mulai menyalakan computer dan mulai menonton film horror ini, ketegangan di awal film memang membuat sport jantung dan setidaknya aku harus menyiapkan bantal ditangan dan menutup mataku kalau-kalau hantunya sudah mulai muncul lagi, “tik tak tik tak…” suara jam dingding yang terus berputar seiring dengan film yang sudah hampir selesai ketegangan demi ketengan sudah dilewati dan waktu sudah menunjukan pukul 00.30 tengah malam dan rasanya sekarang tenggorokanku kering dan butuh setidaknya 1 galon air untuk menyegarkannya. Dengan sedikit ragu atau mungkin bisa disebut takut aku mencoba untuk menuju lantai 1 dan mengambil segelas air dingin, tapi aku merasa sangat kaget ketika aku melihat pintu ruang kerja ayah terbuka dan ada seseorang disana, seorang wanita berambut panjang pirang yang mengenakan gaun merah tengah duduk di meja itu sambil menulis sesuatu diatas sebuah buku, dengan perlahan-lahan aku menghampiri sosok tersebut wanita tersebut mulai menyadari kedatanganku dan perlahan ia menengok kearah ku, jantungku mulai berdetak denagn teramat kencang bahkan kakiku tak dapat berbalik untuk menghindari tatapan wanita itu terhadapku, dengan wajah sayu wanita itu memandangiku aku hanya dapat kaku bahkan suaraku seakan hilang ditelan malam, raut wajah sayu wanita itu berubah sedih dan matanya mulai mengeluarkan airmata seakan ingin memberitahukan sesuatu beberapa saat dia pun menghilang.
          Keesokan harinya aku terbangun tengah tertidur diruang kerja ayah dan sebuah buku disampingku yang bertuliskan “Merry ann Diaries”, betapa terkejutnya aku. Kenyataan logisnya tak bisa diungkapkan biarpun aku berkata semalam aku hanya bermimpi dan tidur sambil jalan menuju tempat kerja ayah tapi bagaimana hal-hal logis ini menjelaskan buku yang jelas-jelas ada dihadapanku ini? Dan apa yang harus aku lakukan dengan buku ini, ,jelas sekali ini mistis. Sebelum sempat membaca isi dari buku harian ini suara dering telpon berbunyi dengan keras.
          Beberapa hari berlalu semenjak kejadian itu aku masih tidak berani membuka buku harian misterius ini, dengan sedikit keraguan aku mulai menceritakan kejadian yang menimpaku kepada yuda teman sekelasku, “hah,,, kamu serius ri??” ucap yuda sedikit meragu “yah,, dan aku masih manyimpan bukunya di kamarku” ucapku dengan pelan “jangan-jangan rumah baru kamu ada setannya ri… iiihh ngeri deh” ucapnya sambil tersenyum “udah kamu jangan menggoda dh,,, “ aku beranjak pergi “tunggu yuri, aku penasaran sama buku yang kamu ceritain, aku boleh ga ikut baca” teriaknya menyusul jalanku. Sedikit ragu untuk mengajak yuda kerumah karena hari ini orangtuaku sedang pergi keluar kota mungkin nanti malam baru pulang dalam artian aku mungkin bakalan berdua saja dengan dia, sesampainya dirumah ” sebenarnya dulu aku juga pernah mengalami hal mistis dikampus, kamu tahu toilet cewe di lantai 3 gedung M, aku pernah lihat ada cewe pake baju putih melayang layang gitu… iiihh serem….“ ucapnya mencoba menakuti, aku hanya menghela nafas panjang. Dengan keberanian yang aku punya bersama temanku ini kami pun membaca buku harian yang aku temukan beberapa hari yang lalu, pada lembar pertama “November 4th 1953, marry ann ‘aku berpikir untuk membunuh diriku sendiri dengan sebuah bolpoint yang aku gunakan untuk menulis ditanganku saat ini, menusukkannya tepat keleherku ini tapi aku terlalu takut untuk merasa sakit, ayah kenapa kau melakukan ini padaku’” (setelah diterjemahkan kedalam bahasa indonesia). Bulu kudukku mulai merinding, dan beberapa saat sepertinya aku dapat merasakan tulisan ini, marry ann siapa kau sebenarnya? Dilembar kedua buku harian marry ann, hanya tertulis “I desepear” beberapa saat kami terdiam dan ragu untuk membaca lembar selanjutnya, “apa kau masih mau melanjutkannya yuri?” tanya yuda dengan  muka yang sedikit emmm takut aku rasa, “kau mau cemilan yud?” sambil menutup buku, “eh,, tentu kalau boleh…” jawabnya. 1 jam kemudian kedua orang tuaku pulang setelah Yuda sudah beranjak pulang setengah jam yang lalu, “ri, tadi diperjalanan pulang kami melihat kecelakaan tunggal, pengendara motor meninggal ditempat sepertinya anak itu seumuran kamu yuri, sangat kasihan… masih muda harus meninggal dengan keadaan seperti itu… “ ucap ibu “makanya yuri, kamu harus berhati-hati jika sedang mengendarai motor” tegas ayah.
          Keesokan harinya, aku mendapati berita duka bahwa Yuda sudah meninggal dalam kecelakaan lalulintas kemarin malam, seorang saksi mata mengatakan pada media bahwa korban mengendarai motor bersama seorang gadis, dan tiba-tiba motornya oleng kesebelah kiri dan menabrak sebuah pohon didepannya, dan anehnya jasad wanita yang dibonceng korban tidak ditemukan dimanapun. Betapa terkejutnya aku mendengar hal itu, sangat aneh… merry ann kaukah yang membunuh temanku Yuda? Tanda tanya ini mungkin takan ada jawabannya, tapi aku sangat prihatin terhadap apa yang menimpa  Yuda. “Yuda semoga kamu diterima disisiNya… dan amal ibadahmu dapat diterima. Amin…” penghormatan terakhir untuk nya menguras kesedihan yang mendalam bagi keluarga, sahabat dan terutama aku, kami sudah bersama sejak sekolah menengah pertama hingga diuniversitas, aku sangat kehilangan sosok sahabat sejati seperti mu Yuda.
          Merry ann diaries telah aku simpan dalam laci kamar yang terkunci rapat, aku hanya ingin mencoba mencari tahu siapa dia, dan apa yang terjadi padanya buku harian yang dia berikan padaku seolah berkata “Tolong….”, aku bertanya kepada ayah siapa pemilik rumah ini sebelumnya adalah seorang keluarga keturunan china, beberapa hari yang lalu ibuku menemukan kejadian aneh, ia mendengar suara teriakan orang kesakitan didalam kamar lantai 2 yang terkunci itu, ibu baru mau menceritakannya setelah beberapa hari karena masih merasa ketakutan, bahkan keluarga yang tinggal disini sebelum kami pun sering mengalami kejadian mistis serupa, namun tak ada yang berani membuka pintu tersebut, apa yang ada dibalik pintu misterius itu.
          Pada akhirnya aku menemukan arsip surat kabar beberapa puluh tahun yang lalu sebuah surat kabar yang mengulas tentang rumah yang aku tempati saat ini, 1953 rumah ini dulunya adalah kediaman pejabat belanda, Springfield Family, namun November 30th 1953 Springfield Family ditemukan telah meninggal dalam keadaaan yang mengenaskan, dimana mr.springfield ditemukan mati dalam keadaan kepala pecah terkena senapan angin miliknya sendiri, diduga ia menebak dirinya sendiri, mis.springfield ditemukan mati terbakar dibath tub kamar mandi dan Merry ann putri springfield menghilang dan  jasadnya tidak dapat ditemukan. 10 tahun kemudian rumah ini dialih fungsikan menjadi rumah sakit bagi orang-orang yang menderita penyakit menular, pada saat itu wabah penyakit kulit kolera telah menyebar dan membunuh setidaknya 1043 orang dalam sebulan terakhir, bisa dibilang rumah ini menjadi tempat karantina bagi mereka, November 30th 1963 pembunuhan masal pun dilakukan oleh pemerintahan pada  jaman itu, tujuannya agar semua orang yang terjangkit musnah dan wabah segera berakhir, mayat-mayat mereka kemudian diterjunkan kedalam jurang tak bertepi 2km didekat rumah sakit tersebut, pada akhirnya rumah sakit tersebut dibiarkan terbengkalai selama beberapa tahun, 1999 rumah sakit tersebut dirubuhkan dan dibangun kembali sebuah villa keluarga, dan akhirnya mayat merry ann ditemukan sudah menjadi tulang belulang didalam sebuah lemari diruang bawah tanah dengan sebuah buku harian ditangannya. November 30th 2000 pemilik villa kembali ditemukan meninggal dalam perapiannya, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, kemungkinan dia mengalami serangan jantung. Dan aku juga baru mengetahui kalau pemilik rumah ini sebelum kami mengalami kecelakaan pesawat pada November 30th 2009,aku menyadari bahwa setiap kejadian tragis ini selalu terjadi pada tanggal 30 November. Apakah rumah ini mengalami kutukan atau semacamnya,oh tidak… ini bukan ide bagus untuk tetap berada ditempat mengerikan ini. 

~To Be Continued~

 

Cerita, karakter dan tempat hanya piksi belaka, jika trdapat kesamaan mungkin hanya kebetulan semata. :)

Selasa, 25 Desember 2012

my new pict.












I’m in wrong place and wrong time “


Setelah beberapa bulan berlalu… masa-masa yang telah aku alami selama ini  masi terasa kental dalam ingatan, meski mencoba untuk melupakan takan semudah menjentikan jari.

Aku tidak berada ditempat seharusnya aku berada sekarang” I’m in wrong place and wrong time “. Jika aku berpikir ketika langit yang cerah ini suatu saat akan berubah gelap, apakah awan masih berada dilangit?? Siapa yang berubah disini? Langit ataukah awan? Aku ataukah kamu?

            Ketika seseorang hadir dalam hidupmu, untuk pertama kalinya kamu merasa sangat sangat nyaman berada disisinya dan kau akan berkata, yah dialah orang yang ditakdirkan untukmu… suatu saat hal itu akan menjadi sebuah omong kosong belaka karena pada kenyataannya kau hanya ditakdirkan untuk hidup seorang diri.

            Dalam sebuah kisah didalamnya akan terdapat tokoh utama dimana  si tokoh utama yang selalu berada  dalam kesulitan dan diselimuti kesedihan akan bertemu tokoh pendamping dimana sang tokoh pendamping akan selalu melindungi si tokoh utama itu… tapi pada akhirnya tokoh utama akan berakhir sebagai tokoh utama yang sendirian.

Sabtu, 15 Desember 2012

i Remember u

Angin berhembus terasa sangat dingin
Kini aku rindu berdiri dibawah langit lagi
dan sekarang pun laut biru itu masih berseru
Memulai pencarianku tentang dirimu
Mengingat semua penantianku untuk melihatmu
Meskipun musim panas kita sudah berlalu
Sampai kapanpun aku akan menunggu......

Dengarkanlah, matahari ini akan menemani
Biarpun air mata terus mengalir
kita akan selamanya bersama,
takan pernah ucapkan Goodbye.. karena,
Perasaaan ini abadi...

Ketika hanya suara gitar yang bisa ku dengar
Bersama lagu yang pernah kita nyanyikan bersama
sekarangpun kenangan itu masih ada
Rasanya ingin terbang kembali kemasa itu, lebih jauh...

Tapi untuk siapa lagikah perasaanku ini?
Selamanya pun aku akan menemani
Dengarkanlah, biarpun matahari sudah tak ada lagi
aku selalu disini...
Disini pun aku masih seperti dulu...
Biarpun buku harian kita sudah berdebu...