Senin, 11 Juli 2011

JU ON... !!!!


Beberapa hari yang lalu ada yang ngeriquest tentang Ju On.. aku juga jadi penasaran nni  ma nii film ..!! serem banget nii,, !! kayanya bakal bikin Parno berhari-hari nni. !! tapi Koq Susah banget yah.. mau nyari tentang JU ON ini dari  ju on 1 ampe  ju on 5,, yang katanya sih dah ada yang ke 6 juga !! … tapi maaf nni sebenernya aku juga belum pernah nonton,,, tapi aku jadi pengen ngposting ajjh..!! dan tentunya suatu hari aku akan nonton nni Film..!! nni aku ada ringkasan ceritanya,, ehehehe (memalukan kau Miyuki!!!!!) Gapapa kan yah… yah… yah… aku kan…  aku kan hanya aku :p !!!

Sudah lah jangan dibahas… nah… Silahkan dibaca ajja yah … Hiiiiihihh tapi ingat.. bacanya jangan ditempat gelap dan sendirian yah… … siapa tau, tar dibelakang ada yang tiba-tiba nimbrung!!! Jyahahaah Kowaiii… >_<

" U-ON: a curse born of a grudge held by someone who dies in the grip of powerful anger. It gathers in the places frequented by that person in life, working its spell on those who come into contact with it and thus creating itself anew."
Silahkan artikan sendiri deh.. “jangan Nyusahin Aku yah..!!!” [Eh Loh!???]

Sesuai dengan namanya, Ju-On bercerita tentang arwah penasaran seorang wanita bernama Kayako (kalo nggak salah) yg mati dibunuh suaminya secara sadis di rumah mereka. Si suami ini kemudian juga mati secara misterius di jalan raya setelah membunuh istrinya. Sementara anak laki2 mereka satu2nya, Toshio, tidak ditemukan alias hilang. Polisi menduga anak ini jg sudah tewas menyusul ibu dan ayahnya.


Setelah peristiwa itu, rumah yg mereka tinggali ternyata punya cerita sendiri. Kabarnya setiap orang yg pernah memasuki rumah ini pasti akan mengalami tragedi mengerikan yg berujung pd kematian. Beberapa keluarga yg pernah menghuni rumah tsb memang mengalami hal tersebut, mati atau hilang secara misterius, dan ini terjadi secara berturut-turut. Sampai akhirnya rumah ini ditinggalkan begitu saja, tidak ada lg yg berani menghuni rumah tsb.

Inilah kira-kira ceritanya!!!… silahkan dibaca … (awas Belakang mu>,<)


(Gomen ne,, aku langsung loncat ke cerita Ju on 4 ja yah… kepanjangan tau!!)
JU ON 4

Oiii.. Minta Uang donk!! Buat beli CD JU ON!!!

Film ini berbentuk potongan-potongan dengan alur yang tidak pasti. Kadang menggunakan alur maju, kadang menggunakan alur mundur. Jadi, daripada bingung lebih baik aku tuliskan kembali dengan alur maju ya. Lebih gampang dimengerti. Tapi kalau ada yang menonton film ini langsung, pasti akan melihat alurnya jadi berbeda. Tidak apa-apa. Aku hanya menyesuaikan saja agar lebih bisa dibayangkan.

Kisah bagian pertama menunjukkan kalau ada seorang pria dengan kostum Santa Klaus yang memarkirkan motornya di depan sebuah rumah yang sangat besar. Dia akan mengantarkan sebuah kue Natal karena bertepatan bulan itu adalah bulan Desember. Dia sudah menekan bel beberapa kali tapi tidak ada jawaban. Kemudian dia memutuskan masuk dan memanggil penghuni rumah dari dalam. Dia mendengar suara seorang perempuan menjawab dari dalam dan menyuruhnya menunggu. Namun anehnya, perempuan itu tetap menjawab dengan kalimat yang sama, biarpun dia tidak memanggilnya, tapi perempuan itu tak kunjung mendatanginya. Dia kemudian memutuskan untuk mendatangi saja perempuan itu karena dia sedang terburu-buru dan harus segera mengantarkan kue lagi.

Tapi dia sangat heran karena ternyata tidak ada siapapun di dapur. Lalu terdengar suara air dari arah kamar mandi yang ternyata berasal dari washtafel. Tapi tetap tidak ada siapa-siapa disana. Lalu terdengar lagi suara dari arah bath tub yang tertutup tirai. Ketika disibak, kembali tidak ada siapa-siapa. Hanya saja bentuk bath tub itu terlihat aneh dan ada bekas hangus dan menghitam di ujungnya.

Dia mulai dihinggapi rasa takut. Bersamaan dengan itu, dia melihat bayangan seorang anak kecil yang berlari di lorong rumah. Dia bergegas memanggilnya, tapi anak itu tidak menjawab dan langsung masuk ke kamarnya di lantai dua. Pria itu menyusulnya masuk dan dia hampir pingsan melihat sesosok mayat tanpa kepala yang berlumuran darah tergeletak di tempat tidur. Dia langsung melarikan diri dan terjatuh di ujung tangga yang berhadapan dengan dapur. Ketika itulah dia melihat mayat seorang perempuan yang tertusuk pisau dan tertelungkup di depan pintu kulkas. Saking ketakutannya dia tidak bisa menjerit dan badannya kaku ketika berdiri. Ketika sedang tergagap-gagap itu tiba-tiba muncullah hantu seorang nenek yang sangat menyeramkan dengan rambut awut-awutan dan bibir berlumuran darah.

Kemudian pria itu langsung melapor ke polisi dan mengobati luka-lukanya. Terlihat pacarnya datang menjemputnya dengan khawatir. Mereka lalu pulang ke rumah. Si gadis ternyata sudah menyiapkan sebuah kue tart dengan tulisan Merry Christmas di atasnya, lengkap dengan sebuah kado kotak musik untuk pria itu. Tapi ketika pacarnya sedang memotong kue tart untuk diberikan kepadanya, dia teringat pada kondisi mayat yang dilihatnya di rumah angker itu lalu mual dan muntah. Pacarnya lalu membujuk dan menghiburnya dan mereka berpelukan.

Tiba-tiba saja, pacarnya berubah menjadi wujud si hantu nenek yang berambut awut-awutan itu. Pria itu menjerit dan mendorong pacarnya menjauh. Pacarnya tiba-tiba menghilang. Dari dalam lemari dia melihat sebuah bola basket terguling. Tapi belum sempat bola itu keluar dari lemari, sebuah tangan dengan jari-jari hancur dan berwarna putih terlihat meraih bola itu. Lalu kemudian sosok si nenek hantu itupun keluar dan mendekatinya. Karena ketakutan pria itu mengambil pisau dan menikamkannya ke leher si hantu itu. Dia menikamnya berkali-kali. Dia tidak menyadari kalau yang sedang dibunuhnya itu adalah pacarnya sendiri. Dia sedang berhalusinansi dan diganggu roh. Inilah akhir dari bagian kisah pertama.

Kisah yang kedua menceritakan seorang gadis remaja bernama Akane. Ia sering merasa diganggu hantu dan selalu hidup dalam ketakutan. Tapi teman-teman akrabnya menganggap kejadian itu sebagai sesuatu yang luar biasa. Mereka kemudian memaksanya agar mau bermain papan ouija, sejenis permainan jailangkung, bersama mereka. Mereka yakin, permainan itu akan berhasil kalau Akane ikut bermain. Dengan terpaksa ia pun menuruti kemauan teman-temannya itu. Dan koin di papan ouija itu memang berhasil bergerak. Tapi Akane melihat kehadiran arwah seorang gadis kecil bermantel putih dan bertopi kuning diantara mereka. Akane menjerit ketakutan dan langsung melarikan diri meninggalkan teman-temannya yang keheranan. Sepertinya Akane memang mengenal sosok hantu gadis kecil itu.

Ketika pulang dari sekolah, dia melewati rumah besar yang angker itu. Dia kembali teringat pada teman masa kecilnya. Temannya itu baru pindah tapi tidak bersekolah di sekolah umum. Dia hanya belajar secara privat di rumah. Maka Akane pun datang mengunjunginya. Temannya itu bercerita kalau dia sebenarnya sangat tidak betah selalu berada di dalam rumah dan bergaul dengan anggota keluarganya saja.

Temannya itu bercerita kalau abangnya sering bertingkah aneh dan menyakitinya. Kemudian muncullah sosok nenek temannya itu. Neneknya itu senang memakai wig dan berdandan ala gadis remaja. Tapi neneknya itu sudah pikun dan setengah gila. Kesukaannya adalah bermain bola basket. Temannya itu lalu menyuruh neneknya pergi meninggalkan mereka. Sebenarnya dia meminta bantuan Akane untuk menolongnya keluar dari rumah itu. Dia tahu ada keanehan yang mengerikan yang sedang menimpa keluarga mereka, hanya saja ia tidak tahu apa. Dia memohon agar Akane mau membantunya keluar dari sana.

Tiba-tiba abangnya muncul di belakang mereka. Lalu menarik tangan Akane dan melemparkannya ke luar rumah. Temannya itu menjerit-jerit memanggil-manggil Akane dan meminta tolong. Tapi Akane yang masih kecil begitu ketakutan karena diperlakukan seperti itu. Dia memilih pergi dari sana dan tidak pernah datang lagi.

Kemudian dia mengetahui kabar, kalau seluruh anggota keluarga temannya yang menempati rumah itu tewas karena dibunuh abangnya. Kemudian abangnya itu menggantung diri di sebuah pohon. Ini adalah akhir kisah Akane.

Siapakah sebenarnya keluarga yang tinggal di rumah angker itu? Ini adalah bagian film yang menceritakan tentang itu. Ditunjukkan kalau sebuah keluarga besar sedang memasuki rumah baru yang luas itu dengan riang gembira. Anak perempuan yang paling kecil sangat menyukai rumah besar itu. Abangnya, satu-satunya anak laki-laki, termasuk orang yang pendiam. Dialah yang pertama melihat kehadiran hantu di rumah itu. Ketika dia mengikuti kemana bayangan itu pergi, dia menemukan sebuah kamar dengan cermin besar yang ditutup sehelai kain. Ia lalu menyibakkan kain itu dan terkejut melihat sepasang tangan meluncur keluar dari dalam cermin.

Keanehan mulai muncul sejak saat itu. Karena sikap si abang mulai berubah pendiam dan jahat. Ketika dia meninggalkan cermin itu, ternyata bayangannya masih tetap ada di dalam cermin dengan wajah bingung dan mematung, sementara tubuhnya sudah tidak berada di ruangan itu lagi. Dia kemudian menemukan sebuah kaset dan tape rekorder. Lalu mulai mengurung diri di kamarnya dan sibuk mendengarkan rekaman dalam kaset itu.

Suatu malam dia berdiri dengan tatapan kosong dan melemparkan tape beserta kaset di dalamnya itu ke lantai. Lalu dengan wajah aneh, dia menuju ke kamar ayahnya yang sedang tertidur kemudian memukulnya hingga tewas dengan tongkat bisbol. Ayahnya pun tewas tanpa sempat berbicara. Kemudian dia menyusul ke kamar neneknya yang pikun dan setengah gila. Si nenek sedang mengenakan wig baru yang awut-awutan dan memakai lipstik merah menyala di depan cermin, ketika cucunya datang dan menjerat lehernya dengan tali hingga tewas.

Tinggal tiga orang lagi. Dua orang kakak perempuannya dan satu adik perempuan. Salah satu sedang menonton televisi dan yang satunya lagi sedang merokok di dapur. Si gadis yang di depan televisi berteriak memanggil kakaknya untuk memberitahukan kalau acara yang ditunggunya sudah mulai. Si kakak menjawab dari dapur,
”Iya, sebentar. Aku segera kesana.”
Ternyata, kalimat inilah yang didengarkan oleh si pria pengantar kue ketika datang ke rumah itu.

Si abang kemudian muncul di dapur. Kakaknya mengira ia datang untuk mencari makanan. Maka kemudian membuka kulkas untuk mencari sesuatu untuk adiknya. Ketika itulah si abang menikamnya dari belakang dengan pisau dapur. Kemudian mendatangi kakaknya yang sedang menonton televisi. Ia memukul kepalanya ke meja lalu menarik rambutnya dan memasukkannya ke dalam bath tub. Disana ia menyiram kakaknya dengan bensin dan membakarnya hidup-hidup.

Si bungsu ternyata sudah menyadari kalau ada kejadian yang tidak wajar sedang berlaku. Dia mengunci pintu kamarnya dan bersembunyi di sudut kamar. Tapi abangnya berhasil mendobrak masuk dan memaksanya naik ke tempat tidur. Disana abangnya kemudian memenggal kepalanya dengan sebuah pedang hingga tewas. Kemudian memasukkan kepala adiknya itu ke dalam sebuah tas dan membawanya.

Setelah membunuh semua anggota keluarganya, ia lalu membawa tas berisi kepala adiknya itu pergi dari rumah dan menaiki sebuah taksi. Kemudian ia bunuh diri dengan menggantung dirinya di sebuah pohon sambil memandang wajah adiknya dari kepala yang terpenggal di dalam tasnya.

Sejak saat itulah Akane mulai merasa dibayang-bayangi hantu temannya itu. Ketika suatu malah dia pulang dan sembahyang, dia mendengar suara-suara aneh di dapur. Ketika dia menyelidikinya, dia melihat sosok hantu kawan masa kecilnya yang tewas dibunuh abangnya itu disana. Akane tahu kalau temannya itu kesal kepadanya karena Akane tidak berusaha membantunya ketika dia meminta tolong.

Akane yang ketakutan lalu meminta maaf berkali-kali.
”Maafkan aku. Maafkan aku. Maafkan aku.” katanya terus menerus.
Hantu temannya itu kemudian menghilang dan meninggalkan boneka beruang kecil kesayangannya kepada Akane sebagai kenang-kenangan.


Ju on 5 nni guys… Makin serem ajja deh!!!
JU ON 5


Seorang pemuda yang tinggal di flat kumuh, tinggal berdampingan dengan seorang wanita bernama Yuko yang bekerja sebagai perawat. Setiap malam ia selalu mendengar suara-suara aneh dari kamarnya, setiap kali pemuda itu memukul dinding untuk menegurnya, dibalas dengan guncangan luar biasa yang menggetarkan seluruh dinding. Tapi Yuko serotang gadis pendiam yang bahkan tidak mau tersenyum. Sewaktu pria ini mendatanginya ke kamarnya, Yuko terlihat ketakutan dan tiba-tiba ada sepasang tangan hitam yang menarik kakinya dan menyeretnya masuk. Kemudian dinding itu kembali terdengar dipukul dengan keras.

Cerita berjalan mundur kembali, ditunjukkan kalau Yuko berkerja sebagai perawat pribadi seorang anak bernama Fukie. Ketika Fukie sedang tertidur, dia mendengar suara aneh dari balik selimutnya dan ketika dibuka, ia menjerit memanggil sesama perawat lain. Anehnya, begitu mereka kembali, perut Fukie sudah tidak apa-apa lagi. Sejak kejadian itu, Yuko mulai sering mendengar seseorang menggedor dindingnya dengan keras.

Suatu ketika, ketika dia sedang masuk ke kamar Fukie, dia melihat sesosok anak sedang berdiri di tempat tidur. Awalnya dia mengira kalau Fukie lah yang yang sedang bercanda, sampai dia melihat kalau Fukie sedang tertidur. Ternyata itu adalah roh anak perempuan berkulit hitam kelam yang selalu terlihat merangkak. Dia mengikuti Yuko hingga ke rumahnya. Dialah yang menarik kaki pemuda itu, lalu menghantamkan kepalanya ke dinding hingga tewas. Bunyinya persis seperti bunyi yang didengar Yuko setiap malam. Setelah itu, terlihat kalau tangan hantu itu mencengkeram wajah Yuko yang menjerit.

Awalnya, Fukie ditemukan sedang pingsan di ruang kelasnya oleh seorang anak laki-laki yang langsung melaporkannya kepada gurunya. Setelah dibawa ke rumah sakit, ia bisa pulang dengan dijemput oleh kakaknya, Sonoko. Mereka tinggal di sebuah apartemen bersama ayahnya. Dia sering mengalami kesurupan dengan tiba-tiba menjerit dan mengeluarkan suara aneh. Ketika ayahnya mendekatinya, Fukie mencengkeram tangan ayahnya sedemikian kuat kuatnya.

Akhirnya Fukie dibawa kembali ke rumah sakit untuk melakukan serangkaian tes. Ia pun mengikuti sesi terapi hipnotis untuk menyelidiki alam bawah sadarnya bersama seorang dokter, dengan diawasi kakaknya dari balik kaca. Setelah tertidur, Fukie menjawab pertanyaan dari dokter itu. Tapi kemudian dia mengalami kerasukan lagi dan mengeluarkan suara-suara aneh. Ternyata Fukie memiliki kista di dalam perutnya, yang diperkirakan berasal dari bayi yang tidak jadi berkembang. Dia pun harus dirawat di rumah sakit dalam pengawasan suster Yuko. Tapi penyakitnya tetap bertambah parah.

Dengan putus asa, Sonoko berusaha meminta pertolongan dari seorang paranormal bernama Moriko. Ketika diajak memasuki kamar Fukie, dia malah terus berjalan ke lantai atas, dan dia nampak terkejut dengan kerasnya aura roh jahat di tempat itu. Ketika dia bertemu dengan Yuko, dia makin terlihat ketakutan. Tapi dia bersedia membantu. Ia kemudian mempersiapkan doa-doa untuk melindungi keluarganya menempelkan banyak kertas jimat dan doa-doa di rumahnya. Karena dia tahu kalau arwah yang akan dihadapinya sangat kuat dan jahat. Dia tidak ingin arwah itu mengincar keluarganya.

Setelah itu, dia kembali ke rumah sakit tempat Fukie dirawat untuk memulai pengobatan spiritualnya. Tiba-tiba saja muncul sesosok wajah dari perut Fukie. Moriko kemudian menusuknya dengan jarum hingga mengeluarkan setitik darah. Sosok wajah menyeramkan dengan mata hitam itu pun menghilang dan perutnya rata kembali. Moriko mengatakan kalau pengobatan yang mereka lakukan telah berhasil dan Fukie sembuh dari gangguan roh jahat. Dan Moriko pun meninggalkan tempat itu dengan senyum.

Tapi ternyata ada yang salah. Ia mendapat telepon dari seseorang yang mengaku bernama Fukie. Dia mengatakan kalau ia sedang berdiri di pintu depan rumahnya dan mulai menggedor dan berhasil masuk ke rumah. Dia menusuk perut Moriko sebagai balasan karena telah menusuk perut Fukie ketika proses pengusiran roh jahat. Moriko dan keluarganya pun tewas.

Akhirnya Sonoko menyadari kalau arwah itu tidak akan pernah bisa pergi dari tubuh adiknya dan bersikap pasrah. Sejak kejadian pengusiran itu, Fukie dalam kondisi koma dan tidak sadar sama sekali. Ia kemudian memutuskan mengajak Fukie bunuh diri dengan terjun dari lantai atas. Ketika menjelang ajal, Sonoko masih sempat melihat arwah itu memandangi mereka. Sebelum kembali gentayangan di jalan.

~The End~

Mugkin cukup segitu ajj yah… Semoga tak Ada JU ON yang mendatangi Rumah mu…!! ~tapi ingat .. selalu perhatikan tempat gelap dirumah mu… tidak ada yang tau apa yang berada didalamnya…!!~

Hihihih…
“On.. no.. Jangan…” (teriak-teriak geje ‘lagi’ depan computer)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar